Sabtu, 27 Juni 2020

Konfigurasi FRSM file management Taks di Windows server 2012

Assalamualaikum wr.wb pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara konfigurasi file management Taks di windows server 2012. 


Berikut langkah langkah konfigurasinya. 

1. Langkah yang pertama buka file server recource manager kemudian klik file management Taks pada tab action pilih Create file management Taks.



2. Selanjutnya pilih create file management Taks pada tab general isikan Taks name sesuai keinginan anda misal Dokumen download. Begitupun dengan deksripsi file tersebut. 


3. Lalu pada tab scope klik add untuk menambahkan folder yang dijadikan sebagai file yang akan dimanage. Dalam hal ini Drive C  yang sering dijadikan tempat penyimpanan file download dari internet. Letakkan path tersebut sesuai data yang diinginkan misalkan C:\User\Administrator\Download. Jadi setiap ada file yang didownload akan dimanage sesuai dengan schedule yang dibuat. 




4. Dibagian tab action pilih type file expiration lalu klik browse letakkan tempat penyediaan file expired sebelum dihapus. Bisa juga path diarahkan langsung pada recycle bin. Disini file data dari folder download sebelum dihapus bisa dibuat satu folder dengan nama file  expired. 



5. Setelah itu pilih tab notification, klik add




6. Dibagian tab event log kita hanya melakukan centang saja, klik oke.



7. Nah tampilan nya akan seperti gambar dibawah ini.



8. Pada bagian tab report centang bagian HTM.


9. Lalu pilih tab condition ikuti seperti gambar dibawah ini.



10. Selanjutnya pilih tab shcedule dan tentukan waktu expired/ kadaluarsa nya setelah itu oke/enter.



11. Nah, data dokumen yang sudah diisi dapat dicek pada scope berikut ini. Klik kanan pada file tersebut.


12. Langkah selanjutnya kita masuk ketahap verifikasi. Proses verifikasi dengan mengklik kanan file yang sudah ada pada mengement Taks lalu pilih run file management Taks now atau bisa juga pada tab action pilih run file management Taks now. 



13. Lalu muncul lah pop up seperti ini maka pilih wait for the taks, klik oke.


14. Tunggu hingga selesai.


15. Nah, nanti secara otomatis akan muncul laporan dalam bentuk HTML yang berisi 2 file seharusnya 5 nih (problem) yang berada dalam folder download.



16. Pada bagian event log dapat dilihat pada event viewer lalu pilih aplication kemudian cari file warning seperti gambar dibawah ini. 



Sekian penjelasan singkat dari saya, jika ada kesalahan mohon dimaafkan;)
Wassalamu'alaikum wr.wb 



























Rabu, 24 Juni 2020

Konfigurasi dasar Mail Server pada debian

Mail Server
  Mail Server sendiri secara singkat nya  adalah sebuah server atau layanan berbasis cloud computing yang digunakan untuk mengirim dan menerima email dari jaringan yang sama.
Pada prinsip nya Mail Server memiliki 2 cara kerja utama yang saling melengkapi, yakni sebagai incoming dan outgoing. Fungsi outgoing server adalah sebagai pengirim email (Sending email), Dan incoming server adalah sebagai penerima email (Receive email).


1.  pertama kita tambahkan set DNS kita, Dan siapkan subdomain untuk Mail dengan MX record dan kita bisa menambahkan priority nya ketika kita memiliki beberapa subdomain untuk mail. Untuk membangun DNS Server link nya sudah saya taruh diatas ya.


2. Selanjutnya untuk membangun Mail Server kita membutuhkan beberapa Paket diantara nya adalah postfix sebagai SMTP, Dan disini saya menggunakan paket dovecot untuk POP dan IMAP nya.


3. Selanjutnya akan muncul tampilan Penjelasan untuk type configuration mail server terbaik yang bisa kita gunakan


4. Kemudian Pilih type Internet Site karena kita akan Mengirim dan Menerima langsung dengan menggunakan SMTP



5. Kemudian disini bisa kita masukan domain dengan record MX yang telah kita buat diawal.



6. Selanjutnya kita perlu me set up kembali paket postfix nya dengan menggunakan perintah dpkg-reconfigure postfix. Sebenarnya kita bisa menset-up nya pada file /etc/postfix/main.cf tetapi untuk mempermudah kita akan reconfigure saja.


7. Klik OK pada penjelasan ini.


8. Pilih type Internet Site kembali.


9. Make sure DNS kalian kemudian klik OK. 


10. Disini dijelaskan bahwa untuk postmaster,root dan system akun lainya membutuhkan akun untuk dialihkan ke user akun untuk ke aktualan system administrator. Kita kosongkan saja disini karena untuk ujicoba nanti kita hanya akan menggunakan user biasa.


11. Disini kita bisa memberikan tujuan Domain lainya untuk menerima email nya, Untuk menambahkan Tujuan nya kalian bisa pisahkan dengan tanda koma (,). Sebagai contoh disini saya membuat tujuan nya juga ke Domain mail.dilla.com untuk dapat menerima email. Jika kalian hanya ingin tujuan nya ke 1 DNS, Kalian cukup masukan saja DNS nya.


12. Disini apakah kita akan memaksa pembaruan sinkron pada antrian mail? Disini kita pilih NO, Karena jika kita memaksa untuk pembaruan sinkron secara paksa, Prosess dari mail akan lebih lambat.


13. Disini kita bisa spesifikasikan block networks untuk host menyampaikan pesan, Default nya ini hanya ada alamat dari localhost. Kita bisa tambahkan 0.0.0.0/0 yang mana berarti semua Network yang terhubung langsung bisa menyampaikan pesan. Jika host nya sebuah smarthost untuk blok mesin, Kita harus me spesifikasikan netblocks disini. 


14. Nah disini kita bisa men spesifikasikan limit untuk batas yang akan ditempatkan pada kotak surat untuk pengiriman. Jika kita memberikan value 0 disini, Maka ia tidak akan dilimit. Disini saya memberikan batas kotak surat sebesar 5mb.


15. Selanjutya kita bisa pilih caracter yang akan digunakan untuk mendefiniskan ekstensi alamat local. Disini kita biarkan default saja.


16. Terakhir kita diberikan pilihan internet protocols apa yang kita gunakan, Karena disini kita menggunakan IPv4 pilih kemudian enter.


17. Selanjutnya kita gunakan perintah berikut, Perintah berikut digunakan untuk membuat direktori Maildir setiap kali kita membuat user. Jadi secara otomatis Setiap user yang baru didaftarkan akan diberikan direktori Maildir dalam direktori home nya masing-masing user.


18. Karena perintah diatas hanya dapat membuat pada user baru yang akan ditambahkan, Untuk user lama jika kalian ingin menambahkan direktori nya dilakukan secara manual, Kemudian berikan kepemilikan direktori tersebut beserta file yang ada dengan opsi -R 


19. Selanjutnya masuk pada direktori /etc/postfix/main.cf kemudian kita tambahkan path Maildir seperti berikut.


20. Selanjutnya masuk ke file /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf kita arahkan juga letak nya.


21. Terakhir bisa kita restart service dari postfix dan juga dovecot nya untuk memperbarui konfigurasi kita.


22. Selanjutnya untuk verifikasi kita membutuhkan 2 user atau lebih, Tambahkan user baru dengan perintah adduser (new user)




23. Selanjutnya tambahkan user satu lagi sebagai receive (Penerima), Pada saat membuat user bisa kita lihat disini, Dia mengcopy file yang berada pada direktori /etc/skel yang mana di direktori tersebut sudah kita buat Maildir disana, Yang berarti Direktori Maildir yang berada disana akan berada di direktori home user. 




24. Langsung saja kita coba test mengirim pesan dengan protocol SMTP yang mana port nya ialah 25 dengan menggunakan perintah telnet (domain) 25.


25. Terakhir kita akan coba untuk membuka pesan yang dikirim sebelumnya oleh pengirim dengan meremote port POP3 server.





SEKIAN PENJELASAN SINGKAT DARI SAYA, BILA ADA KESALAHAN ATAU SALAH SALAH KATA MOHON DIMAAFKAN:)

































Cara Install dan Konfigurasi Web Server menggunakan Nginx pada debian

Pengertian.

Server atau Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML. {Reference}
Nginx adalah server HTTP dan Proxy dengan kode sumber terbuka yang bisa juga berfungsi sebagai proxy IMAP/POP3.

INSTALASI NGINX

1. Langkah Pertama kita bisa install NGINX dengan perintah sebagai berikut.


KONFIGURASI NGINX SERVER BLOCK (VIRTUALHOST)

Sekarang kita akan mengkonfigurasi Server Block. Kalau di apache biasa menggunakan istilah Virtualhost, dimana dalam satu Server kita bisa memiliki lebih dari satu domain dengan content web yang berbeda-beda.


Saya akan membuat direktori document root untuk web1.setyasite.com pada direktori /var/www/web1.dilla.com beserta file index.html untuk testing. Berikut perintah yang digunakan.



Selanjutnya buat juga document root untuk web2.setyasite.com pada direktori /var/www/web2.dilla.com. Berikut perintahnya.


Setelah itu masuk ke direktori /etc/nginx/sites-available lalu buat file konfigurasi server block untuk web1.dilla.com, perintahnya adalah sebagai berikut.


Buat juga file konfigurasi server block untuk web2.dilla.com, berikut perintahnya.


Aktifkan file konfigurasi server block dengan cara membuat link file tersebut ke direktori /etc/nginx/sites-enabled seperti berikut.


Testing file konfigursai NGINX dengan menggunakan perintah berikut.


Terakhir kita bisa restart service NGINX dengan perintah berikut.




PENGUJIAN PADA CLIENT

Kita bisa mengakses kedua nama domain pada web browser client. Berikut pengujian pada web1.dilla.com.


Dan pengujian pada web2.dilla.com adalah sebagai berikut.






SEKIAN PENJELASAN DARI SAYA, KURANG LEBIH NYA MOHON MAAF